CLEAR and CLARIFY #PART1

Jujur ketika saya membaca materi ttg komunikasi di kulwap Bunda Sayang, masih banyak yg perlu saya pelajari dan terapkan bersama dengan suami saya. Karena kami belum memiliki momomgan, maka saya akan konsen untuk memperbaiki komunikasi dgn suami saya terlebih dahulu.

Poin yg saya akan coba konsistenkan selama 10 hari kedepan yaitu CLEAR and CLARIFY. Mengapa saya memilih poin ini?
Karena saya merasa, bumbu rumah tamgga berupa perselisihan yg terjadi diantara kami diawali karena informasi yg diberikan todak UNCLEAR dan UNCLARIFY.

Saya dan suami saya seringkali memberikan informasi yg kurang jelas dan sama-sama tidak melakukan konfirmasi apakah persepsi yg diterima sama dengan persepsi yg diinginkan.

Malam ini, saya dan suami bersepakat untuk mengasah komunikasi agar lebih CLEAR and CLARIFY. Contoh realnya seperti apa?

Dimulai hari inj saya pribadi saya berkomitmen untuk mengutarakan pesan dgn to the point (tidak menggunakan "kode-kode"). Sebenernya buat saya pribadi komitmen untuk tidak kode2an itu susah susah gampang. Karena fitrahnya perempuan memang ingin sang lelaki terlihat memiliki inisiatif yg tinggi dalam menentukan apa yg diinginkan sang wanita 😆😆😁

Hal menarik yg terjadi hari ini, saya benar benar mengutarakan saya SEDANG BAD MOOD hari ini kepada beliau, efek dari kejadian tadi malam (biasa ko masalahna mah, gara-gara ga jelas infonya 😅😅), tp bener bener ngaruh banget ke mood saya. Biasanya saya jarang bilang klo lagi bad mood via WA, ya pura2 aja gt kaya ga ada apa apa. Dan hari ini saya BERHASIL, untuk menerapkan CLEAR, hihi

Ketika suami saya membaca, pesan saya yg menyatakan saya sedang bad mood, beliau sama sekali tidak menggubris dan balik membahas. Beliau malah menanyakan hal lain 😂😂

Hal ini pun saya coba CLARIFY terkait tidak ada tanggapannya terhadap pesan BAD MOOD yg saya berikan pada beliau melalui WA. Dan beliau hanya menjawab :
"aku pura2 ga tahu aja, biar nanti kita bahas lgsg di rumah"

Setelah mendengar ini, saya mengetahui bahwa suami saya mulai memahami bagaimana menghadapi saya yg sdg badmood. Beliau memilih untuk berdiskusi secara lgsg karena klo lgsg lebih enak dan jelas ekspresinya.

Bener juga si, karena klo by medsos. Persepsi suatu pesan ditentukan oleh yg baca tanpa mengetahui persepsi yg diingikan sang pemberi pesan.

Begitulah hari pertamaku dalam menerapkan CLEAR and CLARIFY, bagaimana hari hari selanjutnya?

Let's see ya 😉

Ridha Hidayani, M.Pd
Curriculum and Learning Consultant

#level1
#day1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Exe

Analisis Input-Proses-Output

Suamiku