NHW#3 Membangun Peradaban dari dalam rumah

Assalamu'alaikum

Teruntuk hubby sayang :)

Terima kasih karena sudah memberikan kenangan indah dalam 1 tahun ini,  kenangan yg penuh rasa,  baik itu senang, kesal dan duka. Karena begitulah hidup :)

Selama satu tahun ini, sering aku berpikir beruntungnya Allah menghadirkan mu di kehidupanku,  karena siaganya drmu menjemputku ketika aku pulang malam dr kantor atau suatu acara.  Rela mengerjakan tugas menyuci pakaian dan piring karena tanganku yg sensitif.  Rela pulang malam,  menahan rasa lelah di luar sana utk mencari nafkah.

Dan terima kasih sudah menjadi sosok yg kuat di saat ada kasih sayang yg Allah berikan di keluarga besarmu. Kadang aku berpikir jika aku dalam posisimu,  apakah aku akan kuat? Apakah aku akan bisa lulus S1 dengan nilai bagus sepertimu? ,  apakah akan bisa menjadi Mahasiswa Berprestasi?

Disaat menjadi sosok penopang keluargamu,  kau pun tak ragu utk menambah tanggung jawabmu dengan memutuskan utk meminang diriku. Sering kali Hubby menanyakan,  "apa yg membuatmu menerimaku menjadi suami?"  "Keyakinanmu dan senantiasa berkhusnudzon terhadap takdir yg Allah berikan", itulah jawabanku. 

Dengan segala hal yg drmu dan keluargamu alami,  tak mungkin terlewati jika drmu tak memiliki hal itu.

Disaat sekarang pun hubby masih berupaya utk selalu berkhusnudzon jika Allah masih memberikan kesempatan utk saling mengenal diri dan memahami satu sama lain sebelum adanya buah hati kita dalam rahimku ini. Kau selalu berupaya menguatkanku disaat orang2 mulai mempertanyakan belum ada tanda2 kehamilan padaku.  "Rezeki sudah diatur, Insya Allah Allah akan memberikan di waktu yg tepat", kata2mu yg selalu berupaya utk selalu kuingat,  karena Anak adalah hak mutlak Allah

Maka dalam penantian ini,  kuberharap kita sama2 memperbaiki diri,  dr segi hubungan ke Allah dan habluminannas.  Cita2 memiliki anak yg shaleh,  haruslah dimulai dr kita.  Jangan bosan utk saling mengingatkan,  jangan bosan utk saling menasihati ya.  Tak ada yg aku harapkan dr pernikahan ini selain keluarga kita bisa berkumpul lagi di surganya Allah.

Semangat lillah suamiku
Semangat menemukan karpet merahmu di dunia ini,  yg akan menjadi jalanmu sebagai sarana ibadah,  khalifah dan dakwah. 
Bersabarlah dalam menemukan dan mengasahnya

Sekarang kita berada di zaman yg penuh dengan fitnah,  kuatkan drimu, berupayalah selalu dekat dengan Allah.  Lindungi kami (istri dan anak2mu kelak)  dari fitnah akhir zaman.  Sebagai istri pun insya Allah akan berupaya melakukan yg aku bisa utk membantumu menyelesaikan tugas sebagai Imam di keluarga ini yg bercita2 utk melindungi kami dari siksa api neraka

Semoga Allah selalu melindungi keluarga kita,  dan menguatkan keimanan kita agar di akhir hayat kelak masih ditakdirkan Allah meninggal dalam keadaan islam dan mendapat ridho Allah utk memasuki surganya

Sekian surat ini ku buat
Tertanda

Ridha Hidayani
Your lovely wife :)

--@@@----@@@@-----@@@@----@@@----

Begitulah isi suratku utk suamiku,  ketika beliau membacanya,  tersirat malu dan senyum yg begitu manis,  Masya Allah.  Semoga Allah selalu menjagamu Bii :)

Setahun aku mengenalnya,  begitu banyak potensi yg aku ketahui.  Terutama dalam hal power point spesialisasi dalam media pembelajaran di kelas.  Suamiku sosok yg sangat passion dengan dunia pendidikan,  dibekali dengan kemampuan akademik,  komunikasi,  empati yg baik menjadikannya seorang pendidik yg humble dan dikangenin oleh murid2nya, apalagi sama istrinya, itu sudah pasti hihi

Adapun profesiku di luar sebagai profesional learning consultant,  selalu berupaya utk bisa membantu suamiku dalam menggeluti hal yg dia senangi.  Dan teruntuk anak2 ku kelak,  aku berupya memberikan pendidikan sejak sebelum mereka ada,  yakni terutama belajar tauhid.  Krna dari sanalah sumber kebahagiaan yg hakiki dan semua kebutuhan akan Allah penuhi. 

Tantangan yg dialami saat ini,  lebih kepada situasi lingkungan yg memang skrng memasuki zaman fitnah dimana diskriminasi terhadap umat islam semakin tinggi.  Ada terbesit kekhawatiran bagaimana kehidupan anak2 kami kelak dan apa saja yg perlu kami siapkan sebagai org tua.  Dan tantangan lain yg kami ingin segera lepas yaitu bebas dari Riba.  Semoga Allah lapangkan rezeki kami agar benar2 terlepas dari Ribaa


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Exe

Analisis Input-Proses-Output

Suamiku