Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Resep

Ustadz Yusuf Mansur: :: Resep Mendidik Anak :: 1— Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk. 2— Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: "Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!". Tapi katakan kepada mereka: "Mainnya 5 menit lagi yaaa". Kemudian ingatkan kembali: "Dua menit lagi yaaa". Kemudian barulah katakan: "Ayo, waktu main sudah habis". Mereka akan berhenti bermain. 3— Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: "Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..". Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam. 4— Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: "Ayo ...

SELAMATKAN SATU ANAK, SELAMATKAN KEMANUSIAAN

[Ajakan Elly Risman kepada Orang Tua Cerdas Indonesia] 🌸🌱🌱🌼🌱🌱🌸 〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰 Oleh : Yayasan Kita dan Buah Hati 〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰 Marak tersebar link video yang menunjukkan adegan dewasa yang diaktori anak-anak. Anak laki-laki dalam video tersebut diperkirakan kelas 1 SD dan anak perempuannya kelas 2 atau 3 SD. 😰😨😱 Dalam grup-grup diskusi di Facebook maupun Whatsapp pun, laporan mengenai kasus perilaku anak-anak yang beradegan dewasa terus berdatangan. πŸ˜–πŸ˜£πŸ˜­πŸ˜‘ Tak perlu media massa menyiarkan, kejadian itu seakan sudah ada di lingkungan rumah kita. Bahkan bisa dikatakan hampir semua dari kita sudah tau kejadian ini. πŸ˜”πŸ˜žπŸ˜’ Bagaimana tidak? Populasi gadget di Indonesia 30 juta lebih banyak dari populasi manusianya. πŸ‘€ Jika dulu orang yang ingin melihat konten tidak patut perlu membeli majalah di ujung gang, kini pebisnis porno di internet yang memburu anak kita masuk ke dalam kamarnya, dengan layar gadget menjadi “pintu kemana saja”.πŸ‘ΊπŸ‘ΉπŸ˜Ύ 〰〰〰〰 Menurut Ayah Bunda,...

How to Memorizing Qur'an

πŸ“Resume Kajian Qgen Sabtu, 16/5/15 Pembicara: Ust. Deden Berawal dari rindunya mempunyai sahabat sejati, saya berniat utk menghafal al Qur'an. Saya berdoa: "Allahummaj'alil qur'ana lana fiddun ya qoriina" Ya Allah, jadikanlah Qur'an bagiku sahabat sejati. Tak lama kemudian, dengan mudahnya saya dekat dan menghafal Qur'an. Saya menghafal Quran dalam waktu 56 hari. Niatnya saya tdk ingin memperlombakan kmampuan saya, tp stelah mengetahui ketidak adaanya org Indonesia yg prnh juara  tahfidz internasional, saya berniat utk maju. Sebenarnya tujuan menghafal Qur'an itu Allah, bukan brpa ayat/hafalan/waktunya.. dasari iman dan keyakinan yang kuat agar hasilnya JELAS. Menghafal itu tdk mudah, tp dimudahkan oleh Allah dan apapun dipermudah oleh Allah. Membaca, menghafal, memahami bhs Arab, yg pling pnting adl mencintai Al Qur'an Sblm mnghafal Qur'an tahsinnya hrus bagus dulu, hafalan akn smakin mudah jika tajwidnya benar. Menghafa...

BAYANGAN

Ada seorang gadis kecil, gadis ini memiliki orang tua dan kakak yang sangat perhatian. Semua kebutuhannya dipenuhi dan kasih sayang pun melimpah dr kedua org tua dan kakaknya. Begitu terus hingga akhirnya sang gadis pun beranjak remaja. Sampai disaat remaja, sang gadis memiliki kebiasaan yang ia biasa lakukan di senja hari yaitu merenung, merenungi masa depan yg seolah nampak tak jelas dan terlihat "flat" alias datar-datar aja. Setiap hari dipikiranya hanya ada perbandingan dan perbandingan hidupnya dengan org lain, yg pada akhirnya tidak akan menemukan titik kepuasan Hari demi hari sang gadis terus merenungi satu persatu org yang dianggapnya telah menemukan kebahagian, lalu dia pun berusaha menanyakan hal-hal apa saja yg membuatnya org itu (terlihat) bahagia. Kemudian sang gadis pun memilih seorang teman sepermainannya, Nisa yg dirasa lebih bahagia drpd dirinya. Percakapan pun dimulai dan sampailah pd cerita tentang perjalanan Nisa di Jepang untuk kedua kalinya. Hingga...