Allah sayang sama aku ga ya?
Ntah kenapa aku ngerasa semuanya menuju pada satu titik yang jelas. Titik dimana impian akan terwujud dengan skenarioNya yang amat indah. Skenario yang tak pernah terpikirkan sebelumya. Sebagai orang yang beriman, tak ada yang namanya kebetulan.
Mulai dari kekecewaan yang dirasakan, tergerak untuk memperbaiki hal tersebut dan seketika itu juga Allah memberikan jalan untuk mewujudkan impian tersebut.
Manusia adalah orang yang memang ditakdirkan untuk memiliki banyak keinginan. Akal dan segala modal lainnya yang telah Allah berikan, yang memunculkan berbagai cita-cita yang dibenaknya. Ada cita-cita yang berorientasi pada dunia saja, cita-cita yang berorientasi pada akhirat. Jika segumpal daging yang ada pada manusia tidak diisi dengan unsur-unsur Illahi, maka segala yang muncul seringnya adalah berorientasi pada dunia. aku si ngerasanya gitu, apalagi masih remaja, banyak banget yang mau dipengenin. Pengen jadi pejabat di departemen pendidikan lah, pengen jadi guru Fisika yang disegani lah, pengen dipuji banyak orang lah.
Namun seiring bertambanya ilmu dan usia, cita-cita semu tersebut, menguap sedikit demi sedikit. sekarang mah intinya cuma satu, pengen segala sesuatu yang dilakukan itu Allah suka. Just it, Allah suka. Satu pernyataan yang hanya terdiri dari dua kata, Allah Suka. namun dibalik simplenya statement tersebut maknanya amat mendalam. Pemahaman dan pengamalan yang amat memerlukan pengetahuan dan pemahaman yang jelas. terasa tak mungkin untuk selalu melakukan apa saja yang Allah suka, karena menimbang dosa yang begitu banyak. namun sebagai manusia tak boleh lupa pula klo Allah Maha Pengasih, Allahlah yang paling menyanyangi kita melebihi orang tua, ko bisa ngomong gitu? coba pikir-pikir lagi, ketika kita berbohong pada orang tua, apakah Allah masih mengizinkan kita bernafas? apakah Allah masih mengizinkan kita melihat? Apakah Allah masih mengizinkan jantung untuk tetap berdetak? apakah Allah masih mengizinkan lidah yang digunakan untuk berbohong, digunakan untuk makan? ahhhhh, masih banyak pertanyaan lain yang akan membuat semuanya kembali pada suatu fakta, Allah masih sayang sama kita.
Dulu aku adalah sosok remaja yang sangat idealis, segala sesuatu harus dilaksanakan dengan sempurna. Alhasil pusing sendiri, hehhehehehehehehehehehehehehehehehehehe.
Apalagi untuk melakukan segala sesuatu yang berlandaskan " Allah Suka" adalah hal yang tak mudah. seringkali menimbang dosa yang diperbuat, timbul pertanyaan, Allah masih sayang sama aku ga ya? masih bakal ngabulin do'a-do'a aku lagi ga ya? dengan merenungkan pertanyaan-pertanyaan yang ada pada paragraf kedua dan banyak sekali keinginan yang Allah wujudkan. Aku tak ragu lagi, Allah sayang sama aku.
Allah pun hanya bilang, patuhilah apa yang Allah perintahkan sesuai dengan kemampuan, dan jauhilah kemaksiatan dengan seluruh optimal.
Dari statement itu, berujung pada kesimpulan "Islam bukanlah hal yang membebani, namun dengan Islam hidup akan mudah. ya intinya si segala sesuatu mesti disandarkan pada Allah, insya Allah everything is gonna be OK"
Allah lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh hambaNya :)
Komentar
Posting Komentar