PENANTIAN
Inspirasi yang jauh lebih hebat untuk menjadi pegangan kita dalam penantian. Inspirasi itu tidak lain adalah surat cinta Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hamba-hambaNya yang beriman :
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا
“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).” (QS. Ath Thuur: 48-49)
Dalam ayat tersebut, Allah mengarahkan Rasulullah dan kaum mukminin untuk bersabar. “Yakni bersabarlah terhadap gangguan mereka (orang-orang jahiliyah, kafir quraisy)” terang Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Sayyid Quthb dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an merinci lebih luas: “bersabar dalam menghadapi kesulitan, pendustaan dan cacian. Juga bersabar di jalan dakwah yang berat lagi panjang seraya menyerahkan persoalan kepada keputusan Allah”
Kata-kata Sayyid Quthb pada kalimat terakhir itulah yang perlu digarisbawahi dalam mengambil inspirasi penantian dari ayat ini: bersabarlah seraya menyerahkan persoalan kepada Allah. Sabar dan tawakal.
Langkah penantian seperti itulah yang dicontohkan Fatimah. Sebenarnya, Fatimah mencintai Ali. Tetapi ia diam. Ia tak pernah mengatakannya, juga tak pernah menjadikan alasan itu untuk menolak lelaki shalih yang lebih dulu datang melamarnya. Sebab ia tak tahu ketentuan Allah kelak seperti apa.
Jika kemudian Abu Bakar melamar Fatimah dan ditolak, Umar melamar juga ditolak, yang menolak adalah Rasulullah, bukan Fatimah. Sampai kemudian ketika Ali melamar Fatimah, Rasulullah menyetujuinya: ahlan wa sahlan.
“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ” kata Fatimah kepada Ali setelah keduanya menjadi suami istri.
“Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan siapakah pemuda itu?” Ali balik bertanya. Ia terkejut dengan apa yang didengarnya dari istri tercinta.
“Ya, karena pemuda itu adalah dirimu” jawab Fatimah sambil tersenyum.
Bisakah kita seperti Fatimah? Merangkai 3 hal dalam masa penantian, seperti petunjuk Allah dalam ayat di atas: bersabar, bertasbih, dan shalat malam. [Gresia Divi]
Sumber:http://www.bersamadakwah.com/2013/05/untukmu-yang-sedang-dalam-penantian.html
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا
Dalam ayat tersebut, Allah mengarahkan Rasulullah dan kaum mukminin untuk bersabar. “Yakni bersabarlah terhadap gangguan mereka (orang-orang jahiliyah, kafir quraisy)” terang Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Sayyid Quthb dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an merinci lebih luas: “bersabar dalam menghadapi kesulitan, pendustaan dan cacian. Juga bersabar di jalan dakwah yang berat lagi panjang seraya menyerahkan persoalan kepada keputusan Allah”
Kata-kata Sayyid Quthb pada kalimat terakhir itulah yang perlu digarisbawahi dalam mengambil inspirasi penantian dari ayat ini: bersabarlah seraya menyerahkan persoalan kepada Allah. Sabar dan tawakal.
Langkah penantian seperti itulah yang dicontohkan Fatimah. Sebenarnya, Fatimah mencintai Ali. Tetapi ia diam. Ia tak pernah mengatakannya, juga tak pernah menjadikan alasan itu untuk menolak lelaki shalih yang lebih dulu datang melamarnya. Sebab ia tak tahu ketentuan Allah kelak seperti apa.
Jika kemudian Abu Bakar melamar Fatimah dan ditolak, Umar melamar juga ditolak, yang menolak adalah Rasulullah, bukan Fatimah. Sampai kemudian ketika Ali melamar Fatimah, Rasulullah menyetujuinya: ahlan wa sahlan.
“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ” kata Fatimah kepada Ali setelah keduanya menjadi suami istri.
“Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan siapakah pemuda itu?” Ali balik bertanya. Ia terkejut dengan apa yang didengarnya dari istri tercinta.
“Ya, karena pemuda itu adalah dirimu” jawab Fatimah sambil tersenyum.
Bisakah kita seperti Fatimah? Merangkai 3 hal dalam masa penantian, seperti petunjuk Allah dalam ayat di atas: bersabar, bertasbih, dan shalat malam. [Gresia Divi]
Sumber:http://www.bersamadakwah.com/2013/05/untukmu-yang-sedang-dalam-penantian.html
Komentar
Posting Komentar