Postingan

One Day One Page

Gambar
Di hari ke 3 tantangan kelas Bunsay untuk games level 5 ini, saya akan share pengalaman Pa Suami untuk membaca buku 😄 . Seperti yang sudah dijelaskan di hari pertama, karena Pa Suami ini gaya belajarnya didominasi oleh auditori maka membaca buku menjadi hal yg sangat menantang untuk menjadi kebiasaan. Untuk meningkatkan frekuensi Pa Suami berinteraksi dengan buku, maka prinsip yang saya tanamkan adalah One Day One Page, dengan hal yang diacak. Dan alhamdulillah setelah bernegoisasi beliau mau membantu dan sama-sama meningkatkan minat baca buku dan menjadikan sebuah kebiasaan yg kelak semoga bisa diteladani anak-anak Sekian tantangan di hari ke-3 ini 😍 #IIP #bunsay2 #gamelevel5 #tantangan10hari #ForThingstoChangeIMustChangeFirst #InstituteIbuProfesional #ridhahidayaniariefstory

kemandirian #seri2

Hari ini dibuat kesel sama tingkah Pa Suami. Ceritanya ngambek karena istrinya keukeuh naik grab ke tempat yg sudah disepkati menjadi meeting point sore ini, khawatir keujanan terus sakit . Pas berangkat dr kantor, via chat WA biasa aja perasaan, tetiba berubah gt sifatnya dan paling menohok itu pertanyaan "Emang seberapa si harga ongkos grab dibanding kesehatan kamu?" . . Dan ternyata ZONK, semua hanya REKAYASA. Baru bilang SURPRISE ketika udah nyampe parkiran Ciwalk 😅. Walaupun ngambek pas ditanya mau lanjut kemana, tetep jawaban PH Ciwalk 😆, dan ternyata diturutin. #Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian #Tantangan10hari

KEMANDIRIAN edisi Wife and Husband #BATCH1

Jujur hal ini menjadi tantangan tersendiri sekaligus bahan instrospeksi bagi kami selaku calon otang tua khususnya saya sebagai calon Ibu. Ternyata banyak hal yg belum kami latih pada diri sendiri Melatih Kemandirian Suami: Melatih untu bangun sendiri ketika dipagi hari Saya: 1. Shalat tepat pada waktunya 2. Menaruh barang sesuai pada temaptnya 3. Melakukan tilawah surat Al Mulk sebelum tidur 4. Tidak memegang hape 15 menit sebelum adzan hingga 15 menit setelah selesai shalat #Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian #Tantangan10hari

Kisah Bunda Yoyoh Yusroh

Belajar dari almarhumah Bunda Yoyoh Yusroh. Siapa yang tidak kenal dengan sosok ini? Mutiara yang telah hilang sebutannya. Saya pribadi juga turut mengakui beliau sebagai mutiara. Mutiara yang makin mengkilap setelah di tempa berbagai cobaan. Yach,cobaan untuk tetap proporsional dalam urusan rumah tangga, keluarga, masyarakat, dan negara. Beliau seorang ibu rumah tangga seperti pada umumnya wanita yang telah menikah. Tugas rumah tangga selalu terselesaikan dengan beres sebelum ia menjalankan tugasnya sebagai anggota dewan DPR RI. Rumahnya selalu terkondisikan dalam keadaan bersih dan rapi. Keluarga tetap terjamin menyantap hidangan yang halal dan toyyib. Ia rela bangun dini hari untuk membereskan urusan rumah tangga  sebelum ayam jago berkokok. Jangan kira orang-orang dirumah yang ia urus hanya sedikit. Ada seorang suami dan 10 putra-putrinya. Begitu melelahkan pastinya,bukan? Bagaimana dengan kita? Baru 1 anak saja, kewalahan.hehe. Tapi ia kerjakan segala urusan domestik sendiri ...

Aliran Rasa Game Level 1 Bunda Sayang IIP

Konsisten dan komitmen Ya 2 kata itu yg selalu terlintas dipikiranku ketika bergabung di Institute Ibu Profesional. Dua kata yg tak mudah dilakukan. Dua kata yg memerlukan kerjasama utamanya dengan suami. Tugas tugas yg diberikan kadang baru dikerjakan menjelang deadline, seperti aliran rasa ini. Namun ku tak menyesal karena melalui materi materi khususnya di kelas Bunda Sayang game level 1 ini, saya menemukan jika seringkali slek yg terjadi saat ini karena faktor komunikasi yg kurang baik, utamanya tidak CLEAR and CLARIFY. Alhamdulillah dalam tantangan pertama 10 hari kami bekerjasama untuk melaksanakan poin tersebut dan alhamdulillah banyak perubahan yg terjadi. Saya bersyukur bergabung di Bunsay IIP, karena saya menemukan banyak hal baru, menyadari salah saya dimana, dan belajar bagaimana memperbaiki kesalahan tersebut 😍

CLEAR and CLARIFY #PART 10

Hari ini hari ke 10 dalam menerapkan CLEAR and CLARIFY dengan Pa Suami. Hari ini kebetulan memang beliau ada tugas dari jam 9-11.00 rencananya. Alhasil permintaan saya untuk ditemani ke pasar sepertinya agak sulit dikabulkan. Ya udah, ke pasar sendiri aja kalau gitu. Namun ternyata setelah saya siap berangkat ke pasar, Pa Suami bilang kalau beliau akan mengantarkan saya ke pasar hihi Singkat cerita sudah adzan dzuhur, dan beliau mengabarkan lagi kalau akan pulang sekitar jam 13.00. Saya pun langsung melanjutkan masak dan mencuci pakaian. Hingga pukul 13.30 kemudian beliau mengabari lagi kalau baru bisa pulang jam 14.00. Pada saat itu saya jawab saja iya, karena prediksi saya, beliau akan sampe sore di sekolah dan benar saja hingga menjelang ashar baru ada kabar lagi wkwk kalau sore baru bisa pulang. Mungkin karena merasa bersalah beliau menawarkan kepada saya ingin dibelikan apa ketika pulang nanti. Saya pun menjawab "bubble green tea di tempat biasa aja ya?" hehe, pintaku ...

CLEAR and CLARIFY #PART8

Well berusaha komit untuk setiap hari nulis, ternyata kemaren lgsg tepar setelah sampaj rumH sehabis bukber di Sekolah Pa Suami Ada hal menarik yg bisa saya ceritakan terkait poin CLEAR and CLARIFY, jadi ceritanya sebelum saya berangkat ke Sekolah Pa Suami di daerah Pasir Impun, saya ada jdwal meeting dgn tenaga ahli di  Unpas Setiabudhi sekitar pukul 14.00. Meeting pun berakhir pada pukul 16.00. Saat setelah meeting itu, saya merasa galau. Naik angkot or gojek ya? hoho. Udah jam pulang buka puasa, pasti jalan macet. Dgn kondisi hape yg hanya 15% saya memutuskan pada saat diluar ruangan untuk naik gojek, maksudna mah biar ga kena macet haha. Kemudian saya memberikan informasi kepada Pa Suami kalau saya akan naik gojek sampai Cicaheum Ternyata sesampainya di pinggir jalan raya setiabudhi, saya berubah pendirian untuk berangkat menggunakan angkot, karena waktu itu saya berpikir saya bisa membereskan tilawah Surat Al Kahfi  di angkot. Okelah langsung berangkat lah dengan angk...