Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Vitamin Diri

*1. Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam,* maka seluruh 'Waktu & Pikiran' yg kita miliki akan habis begitu saja & kita tidak akan pernah menjadi 'Orang Yang Produktif'. *2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala' bagi kita untuk :* » Membantunya, » Mendoakannya, » Memperbaikinya, dan » Menjaga Aib-nya. *3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadikan 'Orang Menjadi Mulia',* Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah 'Topeng Tanpa Wajah'. *4. Ciri Seseorang (Pemimpin ) itu " Baik'* akan Tampak dari : » Kematangan Pribadi, » Buah Karya, » serta Integrasi antara 'Kata & Perbuatan'-nya. *5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan,* maka Bagikanlah 'Contoh Kebaikan' karena Hal itu akan 'Menjadi Tauladan'. *6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik,* Sebelum Menyuruh Diri Sendiri', Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Send...

Al Fatih

*Pemimpin Muda Terbaik Dunia* Kalau saja Mahmed II hidup kembali dan melihat kondisi pemuda saat ini, mungkin ia sudah geleng-geleng kepala tak habis pikir. Ah, betapa kualitas kita dan dirinya terbentang amat jauh! Saat kebanyakan pemuda berumur 21 tahun sudah angkat dagu, bangga bisa taklukkan hati wanita, Muhammad Al-Fatih sudah mampu taklukkan Konstantinopel! Saat para pemuda bersenang-senang habiskan umur 8 tahunnya dengan menghafal lagu-lagu orang dewasa, Muhammad Al-Fatih sudah hafalkan seluruh ayat Al-Quran dalam kepalanya. Saat para pemuda masih bingung dengan mimpinya, tidak tahu akan jadi apa, "let it flow" katanya, Muhammad Al-Fatih sudah bertekad dengan lantang sejak kecil, _"Ayah, aku ingin menaklukkan Konstantinopel!"_ Tekadnya tidak berakhir dengan teriakan lantang saja. Muhammad Al-Fatih memiliki visualisasi mimpi yang teramat jelas. Sejak kecil ia bersama ayah dan gurunya sudah memandang Benteng Byzantium dari atas bukit. “Nak, benteng itu y...

*Nasihat Cinta untuk (Calon) Orangtua*

Yang pertama kali dilihat seorang bayi di dunia ini adalah rumahnya dan karib kerabatnya. Terlukis jelas di benaknya, refleksi pertama dari kehidupan yang dia lihat pada keadaan orangtua dan cara mereka mencari nafkah. Maka terbentuklah pribadinya yang saat itu masih menerima segala sesuatu dan mudah terpengaruh oleh apapun dalam bentukan lingkungan pertama ini. Imam al Ghazali mengatakan: "Anak adalah amanat di tangan kedua orangtuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dipahat dalam bentuk apa pun, mudah condong kepada segala sesuatu. Apabila dibiasakan atau didampingi dengan kebaikan, maka dia akan tumbuh dalam kebaikan itu. Dampaknya, kedua orangtuanya akan hidup berbahagia di dunia dan di akhirat. Namun berlaku sebaliknya. Semua orang dapat menjadi guru dan pendidiknya." --------------------------- 🔰Pendidikan Berbasis Fitrah dan Akhlaq🔰 Berikut adalah materi tahapan yang ber...

Nasihat Iman Syafi'i

Sejenak Pagi: 7 KATA-KATA MUTIARA IMAM SYAFI'I 1. "Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan." 2. "Jangan cintai orang yang tidak mencintai Alloh. Kalau Alloh saja ia tinggalkan, apalagi kamu" 3. "Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia". 4. "Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran." 5. "Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.” 6. "Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu'' 7. "Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun". Robbana Taqobbal Minna. Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin. Jadi muslim yg kaafah bisa Semoga Bermanfaat. Copas dr grup WA